JAKARTA – Persoalan
kesejahteraan, tak bisa lepas dari ketersediaan sumber daya listrik. Dari itu,
penyediaan tenaga listrik yang memadai dan andal menjadi salah satu prioritas
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimfantan Utara (Kaltara). Secara umum, salah satu
proyek ketenagalistrikan yang sangat diandalkan, namun masih dalam rencana
pelaksanaan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan I
hingga V. “Ini proyek jangka panjang, yang realisasinya bisa mencapai 5 hingga
10 tahun, bahkan lebih. Namun, Pemprov melalui Dinas ESDM (Energi dan Sumber
Daya Mineral) juga menyediakan rencana jangka pendek dan menengah untuk
penyediaan ketenagalistrikan di Kaltara, utamanya di wilayah perbatasan,” kata
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, Selasa (20/11)
Di Kecamatan Sembakung Atulai,
Pemprov Kaltara melalui Dinas ESDM menyampaikan permohonan untuk dibangunnya
Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dari Mansalong, Kecamatan Lumbis hingga ke
Kecamatan Sembakung Atulai sepanjang 36.36 kilometer. Di antaranya, juga akan
disediakan 7 buah trafo dengan kekuatan masing-masing 100 kilo volt ampere
(kVa). “Desa yang akan dilayani listrik PLN itu sendiri, cukup banyak. Yakni,
Desa Binanun, Pulau Keras, Liuk Bulu, Lubok Buat, Katul, Saduman, Mambulu,
Pagaluyon dan Tulang,” jelas Irianto. Potensi rumah yang akan dilayani dari usulan
ini sebanyak 1.099 rumah.
Lalu, di Kecamatan Sebuku. Di
kecamatan ini, Pemprov mengusulkan untuk dibangunnya JTM sepanjang 9,2
kilometer dengan 2 buah trafo yang masing-masing berkuatan 100 kVa, ditambah 1
buah trafo berkekuatan 50 kVa. “Desa yang akan dilayani, yakni Desa Melasu Baru
dan Bebanas,” ulas Gubernur. Potensi rumah yang akan dilayani sebanyak 201
rumah.
Terakhir, Kecamatan Seimenggaris.
Dikabarkan Gubernur, bahwa sesuai informasi kepala Dinas ESDM, PT PLN (Persero)
akan membuka unit layanan baru di Desa Sekaduyan Taka. Dimana, PT PLN (Persero)
akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) 3 x 250 kilowatt (kW).
Selain itu, juga akan dibangun JTM sepanjang 11,18 kilometer dengan 4 buah
trafo yang masing-masing berkekuatan 50 kVa. “Potensi rumah yang akan dilayani
dari unit layanan ini, sebanyak 1.076 rumah,” jelas Gubernur.
Di tahun ini, juga telah dibangun
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat di Dusun Tias, Desa Tanjung
Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. “Pekerjaan fisiknya
sudah sekitar 65 persen,” ungkap Irianto. Dan, di Malinau, Dinas ESDM juga
telah melakukan pengadaan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) untuk 275
Kepala Keluarga (KK) di 3 kecamatan dan 8 desa.
Sementara di 2019, Pemprov mengusulkan
pembukaan unit pelayanan baru ke PT PLN (Persero) untuk dua desa di Kecamatan
Krayan Tengah, Kabupaten Nunukan. Tak itu saja, di kabupaten yang sama turut
diusulkan penambahan jaringan listrik ke PT PLN (Persero) untuk 9 kecamatan.
“Diusulkan juga pengadaan LTSHE ke Kementerian ESDM untuk 6.227 KK untuk 4
kabupaten, Bulungan, Nunukan, Tana Tidung dan Malinau,” tutup Irianto.(humas)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar